Admin PPID Disnakertrans Sulsel Hadirkan MADECENG, Inovasi AI untuk Percepat Respons Masyarakat

Makassar - Upaya meningkatkan kecepatan dan kemudahan pelayanan informasi publik terus dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satunya melalui inovasi digital MADECENG Smart Assistant https://disnakertrans.sulselprov.go.id/madeceng/, sebuah asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh informasi secara cepat, mudah, dan inklusif.

Inovasi ini hadir berangkat dari persoalan yang dihadapi dalam pelayanan informasi kepada masyarakat, khususnya ketika pertanyaan masuk melalui kanal media sosial. Keterbatasan sumber daya manusia pada pengelolaan media sosial dapat membuat sejumlah pesan atau pertanyaan masyarakat tidak langsung mendapatkan tanggapan.

Melalui MADECENG, persoalan tersebut coba dijawab dengan menghadirkan sistem yang dapat memberikan respons secara cepat tanpa harus menunggu admin tersedia. Dalam concept note inovasi disebutkan bahwa MADECENG dirancang untuk aktif selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan (24/7), sehingga masyarakat dapat memperoleh jawaban kapan saja tanpa terikat jam kerja petugas.

Bagi Admin PPID Disnakertrans Sulsel, inovasi ini menjadi langkah untuk mengubah pola pelayanan informasi dari yang sebelumnya sangat bergantung pada respons manual menjadi pelayanan digital yang lebih responsif.

MADECENG juga dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan yang sebelumnya tersebar di sejumlah platform. Total terdapat 31 jenis layanan yang diintegrasikan, terdiri atas 19 layanan kementerian, lima layanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan tujuh layanan internal Disnakertrans. Sistem tersebut diharapkan membantu masyarakat menemukan layanan yang dibutuhkan tanpa harus mencari satu per satu.

Tidak hanya memberikan informasi, MADECENG juga dirancang untuk terhubung dengan pesan langsung atau direct message (DM) media sosial sehingga pertanyaan masyarakat dapat memperoleh respons secara instan. Admin juga dapat memperbarui informasi kegiatan temporer, seperti Job Fair, yang kemudian dapat dipelajari oleh sistem AI tanpa harus melakukan coding.

Keunggulan lainnya adalah pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. MADECENG menggunakan pendekatan AI conversational dengan dukungan bahasa lokal Bugis/Makassar, seperti sapaan “Tabe”, “Kanda”, dan “Ta”. Pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi kesan kaku dalam pelayanan birokrasi sekaligus membantu masyarakat yang masih memiliki keterbatasan literasi digital.

Dari sisi inklusivitas, MADECENG juga dilengkapi fitur telepon AI interaktif bagi penyandang disabilitas netra, mode disleksia, serta tombol pembesaran teks untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas tertentu.

Selain membantu masyarakat, inovasi ini juga diharapkan dapat mengurangi beban kerja aparatur. Dengan sistem yang mampu memberikan informasi secara mandiri selama 24/7, petugas dapat lebih fokus menangani kebutuhan pelayanan yang membutuhkan tindak lanjut secara langsung.

Indikator keberhasilan MADECENG antara lain diarahkan pada peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), efisiensi waktu dan proses kerja, pengurangan beban kerja ASN, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Sistem ini juga memungkinkan pembaruan informasi secara dinamis tanpa harus melakukan coding setiap kali terdapat informasi baru.

Bagi masyarakat, kehadiran MADECENG diharapkan memberikan pengalaman baru dalam mengakses layanan Disnakertrans. Masyarakat dapat memperoleh jawaban kapan saja, mendapatkan akses ke berbagai layanan dalam satu pintu, serta berinteraksi menggunakan pendekatan bahasa yang lebih akrab.

Sementara bagi pemerintah, inovasi tersebut mendukung agenda Transformasi Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan sebagaimana arah RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2025–2029. MADECENG juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan direplikasi pada perangkat daerah lainnya dengan menyesuaikan basis pengetahuan serta bahasa lokal masing-masing daerah.

Inovasi MADECENG dikembangkan secara mandiri oleh tim inovator tanpa melibatkan pihak ketiga. Meski masih membutuhkan penyempurnaan dan pengembangan lebih lanjut, inovasi ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk menghadirkan pelayanan informasi publik yang lebih cepat, akurat, mudah diakses, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Di tengah keterbatasan SDM di bagian humas (pengelola sosial media) yang kadang terlambat membalas DM masyarakat yang masuk, tim inovator benar-benar memberikan solusi nyata agar pelayanan berjalan cepat dan akurat melalui MADECENG-Smart Assistant,” demikian disampaikan Plt. Sekretaris Dinas.


Aksesibilitas
Membacakan teks...